Budidaya

Teknik Pembenihan Ikan Bawal air Tawar Secara Intensif

Feb 09, 2017 /  

Sama seperti penerapan teknologi pembenihan ikan mas, patin, atau lele dumbo, pembenihan intensif pada Ikan Bawal juga membutuhkan pengelolaan yang baik dan terukur terhadap setiap kegiatan yang dilakukan. Berikut adalah tahapan pembenihan intensif yang diterapkan pada ikan bawal.

Manajemen Induk

Kolam yang digunakan untuk pemeliharaan induk bisa berupa kolam tembok atau kolam tanah. Kolam tidak bocor dan dapat menampung air setinggi 80-100cm. Lengkapi kolam dengan saluran air masuk dan keluar untuk memudahkan penangkapan induk. Pisahkan kolam induk jantan dan betina untuk menghindari pemijahan secara liar.

Luas kolam disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Setiap meter persegi dapat dipelihara induk sebanyak 2-4kg. Hindari penebaran induk yang terlalu padat karena akan menimbulkan stress.

Agar pertumbuhan badan dan pematangan gonad sempurna, setiap hari induk diberi makanan tambahan pelet dengan kandungan protein > 28%. Pemberian pakan tambahan dilakukan sebanyak 2-3%/hari dari bobot induk yang dipelihara. Pemberian pakan 2-3 kali sehari (pagi, sore, dan malam hari).

Memilih Induk yang Siap Pijah

Ciri-ciri Induk Bawal Jantan dan Betina yang Siap Dipijahkan:

Jantan

  • Minimal berumur 3 tahun
  • Berat 3 kg
  • Apabila diurut pada bagian genital ke arah belakang akan keluar cairan sperma berwarna putih
  • Perut ramping

Betina

  • Minimal berumur 4 tahun
  • Berat 4 kg
  • Bagian genital berwarna merah
  • Perut buncit dan terasa lembek bila diraba
  • Telur kurang lebih 100.000 butir/kg, ukuran 1,0-1,2 mm/seragam

Teknik Pemijahan

Saat ini ada dua cara yang dapat dilakukan dalam kegiatan pemijahan ikan bawal sebagai berikut:

  1. Induced Breeding, yaitu teknik dimana induk-induk yang sudah disuntik, beberapa jam kemudian telur distriping (diurut) selanjutnya telur dibuahi sperma jantan.
  2. Induced Spawning, yaitu induk dipijahkan dengan cara disuntik, kemudian dibiarkan memijah secara alami. Untuk mempercepat proses pemijahan, induk harus disuntik dengan kelenjar hipofisa yang berasal dari ikan mas atau lele, atau menggunakan Ovaprim/Chorulon (merek dagang).

Pemijahan Induced Breeding

Dalam proses pemijahan ini, semua proses memerlukan campur tangan manusia. Berikut adalalah prosesnya

  1. Pemilihan Induk

Kegiatan pertama adalah memilih ikan yang siap pijah dari kolam induk. Induk jantan dan betina ditimbang untuk mengetahui jumlah donor atau perangsang yang dibutuhkan. Selanjutnya induk dipelihara secara terpisah di kolam pemberokan (kolam penyimpanan sementara).

      2. Persiapan Penyuntikan

Sebelum penyuntikan, siapkan terlebih dahulu peralatan yang diperlukan seperti spuit/jarum suntik, kapas, gunting, baskom, cutter, bulu ayam, serta obat-obatan seperti aquabides, NaCl, dan perangsang seperti Ovaprim, LHRH atau chorulon atau donor dari ikan mas/lele.

Dosis penyuntikan induk jantan dan betina ikan bawal:

  • Betina (Hipofisa=3 Dosis, Ovaprim=0,75ml/kg, LHRH analog=3ug/kg)
  • Jantan (Hipofisa=1 Dosis, Ovaprim=0,5ml/kg, LHRH analog=2ug/kg)

      3. Penyuntikan

Penyuntikan hormon pada induk betina dilakukan 2 kali. Penyuntikan pertama sebanyak 1/3 bagian dan penyuntikan kedua sebanyak 2/3 bagian dengan selang waktu penyuntikan 10-12 jam. Induk jantan hanya disuntik satu kali, yaitu bersamaan dengan penyuntikan induk betina yang kedua.

Penyuntikan dilakukan pada bagian punggung atau bagian daging yang tebal. Gunakan jarum suntik ukuran 5ml. Suntik dengan kemiringan 45o sedalam 2cm.

      4. Pengurutan Telur/Striping

Stiping dilakukan 10-12 jam setelah penyuntikan. Sebelum pengurutan siapkan alat-alat seperti baskom plastik untuk menampung telur, gelas atau cangkir untuk menampung sperma, bulu ayam untuk mengaduk telur dengan sperma, tissue atau kain lap, dan larutan NaCl atau Natrium chlorida 0,9% untuk membantu mencampur telur dengan sperma jantan.

Langkah striping bawal: Tangkap induk betina menggunakan sair atau penangkap lainnya, urut perut ke arah bagian genital dan telur ditampung dalam baskom, kemudian telur dalam baskom dicampur dengan sperma yang telah disiapkan menggunakan bulu ayam setelah merata. Kemudian tambahkan larutan NaCl sedikit demi sedikit hingga sperma dan semua telur tercampur dan dibuahi dengan sempurna. Terakhir telur dibilas atau dicuci dengan air bersih.

      5. Penetasan Telur

Telur-telur ikan bawal yang telah dibuahi selanjutnya ditetaskan pada aquarium yang telah dilengkapi sistem sirkulasi. Telur akan menetas antara 20-24 jam setelah striping. Telur yang baru menetas disebut larva.

Agromaret telah memiliki 115782 Anggota.

Mohon bantu kami untuk membuat agromaret lebih baik

mohon isi survey di sini