Teknologi dan Inovasi

Swasembada Beras dengan Benih IPB 3S

Feb 09, 2017 /  

INSTITUT PERTANIAN BOGOR lagi-lagi menghasilkan inovasi yang sangat membanggakan untuk Indonesia, terutama pada sektor pertanian. Seorang Dosen Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (Faperta-IPB), Dr. Hajrial Aswidinnoor, bersama Tim Pemuliaan Tanaman telah melepaskan 8 varietas tanaman padi unggul: PB 1 R Dadahup, IPB 2 R Bakumpai, IPB Batola 5 R, IPB Batola 6 R, IPB Kapuas 7R, IPB 3S, IPB 4S, dan IPB 8 G.

Di antara delapan varietas tersebut, yang telah banyak dibudidayakan adalah benih IPB 3S dan IPB 4S. Benih Padi IPB 3S memiliki umur tanaman sekitar 112 hari. Rata-rata hasil panen bisa mencapai 8 ton per hektar, serta potensi panen mencapai 12 ton per hektar.

Padi varietas IPB 3S juga memiliki keunggulan lain yaitu tahan terhadap hama penyakit tungro, lebih tahan terhadap serangan hawar daun bakteri patotipe III. Selain itu, IPB 3S cocok ditanam di lahan irigasi dan tadah hujan.

Pada tahun 2015 lalu, bertempat di Desa Telagasari, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, penananama IPB 3S dilakukan dengan sistem Demfarm IPB 3S. Lahan uji coba IPB untuk varietas IPB 3S ini memiliki luas 500 hektar dengan produktivitas buninan 13,4 ton, gabah kering panen setara dengan 9,4 ton per hektar gabah kering giling, dengan rata-rata nasional 5,5 ton per hektar.

Sebagaimana dilansir oleh Beritasatu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis kebutuhan beras dalam negeri akan tercukupi terutama setelah ditemukan dan mulai dikembangkan varietas IPB 3S.

Kita semua berharap Indonesia, pemerintah Indonesia terus mendukung produksi Padi 3S, agar petani sejahtera dan Indonesia mampu Sasembada Beras.

Agromaret telah memiliki 115782 Anggota.

Mohon bantu kami untuk membuat agromaret lebih baik

mohon isi survey di sini