Budidaya

Cara Ampuh Budidaya Jamur Tiram

Feb 09, 2017 /  

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan tanaman yang sangat cocok untuk dibudidayakan di daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Dalma budidaya jamur tiram, ada dua kegiatan utama yang sangat penting untuk diperhatikan.

  1. Membuat media tanam dan menginokulasikan bibit jamur ke dalam media tanam. Sehingga media ditumbuhi miselium berwarna putih seperti kapas.
  2. Menumbuhkan miselium menjadi badan buah.

Bagi pengusaha pemula biasanya memulai kegiatan budidaya jamur tiram dengan menumbuhkan baglog menjadi daging buah. Sementara baglog yang siap tumbuh dibeli dari pihak lain.

Berikut adalah cara budidaya yang bisa kita terapkan untuk memulai usaha jamur tiram:

Menyiapkan Kumbung



Kumbung atau rumah jamur adalah sebuah bangunan atau tempat untuk menyimpan/merawat baglog dan menumbuhkan jamur. Kumbung biasanya bebentuk rak-rak untuk meletakkan baglog.

Kumbung biasanya dibuat dari bambu atau kayu. Dinding kumbung bisa dibuat dari gedek atau papan. Atapnya dari genteng atau sirap (hindari penggunaan asbes atau seng untuk menghindari panas). Sedangkan bagian lantainya sebaiknya tidak diplester agar air yang digunakan untuk menyiram jamur bisa meresap.

Dalam pembuatan kumbung jamur tidak ada ukuran yang diwajibkan. Besar kecilnya ukuran tergantung pada anggaran modal yang dimiliki. Bagi yang memiliki modal usaha besar dapat membuat kumbung jamur dengan skala industri/skala besar dengan menggunakan bangunan permanen (batu bata atau batako).

Ukuran ruang kumbung tergantung dari banyaknya jumlah baglog yang akan dibudidayakan, sebagai gambaran, untuk membudidayakan 1000 baglog membutuhkan ruangan kumbung dengan panjang 6 meter lebar 4 meter dengan ketinggian 3 – 6 meter. Ukuran ruang diperlukan agar sirkulasi udara dapat berjalan lancar dan kelembaban suhu di dalam ruang kumbung tetap stabil.

Sebelum memasukkan baglog ke kumbung, sebaiknya lakukan hal-hal berikut:

  • Bersihkan kumbung dan rak-rak untuk menyimpan baglog dari kotoran.
  • Lakukan pengapuran dan penyemprotan dengan fungisida di bagian dalam kumbung. Lalu diamkan selama 2 hari.
  • Setelah bau obat hilang, masukkan baglog yang sudah siap untuk ditumbuhkan.

Menyiapkan baglog

Baglog Jamur Tiram

Baglog merupakan media tanam tempat menumbuhkan bibit jamur tiram. Bahan utama pembuatan baglog adalah serbuk gergaji. Baglog dibungkus plastik berbentuk silinder, dimana salah satu ujungnya diberi lubang. Pada lubang tersebut jamur tiram akan tumbuh menyembul keluar.

Untuk usaha skala besar, biasanya petani jamur tiram membuat baglog sendiri. Sementara untuk para pemula dengan skala usaha kecil, baglog bisa diperoleh dari petani lain. Baglog jamur biasanya dijual seharga 2000-2500/baglog.

Baglog bisa diletakkan secara vertikal di rak kumbung dimana lubang baglog menghadap ke atas. Ataupun secara horizontal, yaitu lubang baglog menghadap ke samping.

Kedua cara ini memiliki kelebihan masing. Baglog yang disusun secara horizontal lebih aman dari siraman air. Bila penyiraman berlebihan, air tidak akan masuk ke dalam baglog dan lebih mudah saat pemanenan. Namun penyusunan secara horizontal memakan lebih banyak ruang dibandingkan secara vertikal.

Perawatan

Sebelum baglog disusun, buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog. Kemudian diamkan kurang lebih 5 hari. Bila lantai terbuat dari tanah lakukan penyiraman untuk menambah kelembaban.

Setelah itu, potong ujung baglog untuk memberikan ruang pertumbuhan lebih lebar. Biarkan selama 3 hari jangan dulu disiram. Penyiraman cukup pada lantai saja.

Lakukan penyiraman dengan sprayer. Penyiraman sebaiknya membentuk kabut, bukan tetesan-tetesan air. Semakin sempurna pengabutan semakin baik. Frekuensi penyiraman 2-3 kali sehari, tergantung suhu dan kelembaban kumbung. Jaga suhu pada kisaran 16-24oC.

Pemanenan

Bila baglog yang digunakan permukaannya telah tertutup sempurna dengan miselium, biasanya dalam 1-2 minggu sejak pembukaan tutup baglog, jamur akan tumbuh dan sudah bisa dipanen. Baglog jamur bisa dipanen 5-8 kali, bila perawatannya baik. Baglog yang memiliki bobot sekitar 1 kg akan menghasilkan jamur sebanyak 0,7-0,8 kg. Setelah itu baglog dibuang atau bisa dijadikan bahan kompos.

Pemanenan dilakukan terhadap jamur yang telah mekar dan membesar. Tepatnya bila ujung-ujungnya telah terlihat meruncing. Namun tudungnya belum pecah warnanya masih putih bersih. Bila masa panen lewat setengah hari saja maka warna menjadi agak kuning kecoklatan dan tudungnya pecah. Bila sudah seperti ini, jamur akan cepat layu dan tidak tahan lama. Jarak panen pertama ke panen berikutnya berkisar 2-3 minggu.

Agromaret telah memiliki 117470 Anggota.

Mohon bantu kami untuk membuat agromaret lebih baik

mohon isi survey di sini