Swasembada Beras dengan Benih IPB 3S

INSTITUT PERTANIAN BOGOR lagi-lagi menghasilkan inovasi yang sangat membanggakan untuk Indonesia, terutama pada sektor pertanian. Seorang Dosen Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (Faperta-IPB), Dr. Hajrial Aswidinnoor, bersama Tim Pemuliaan Tanaman telah melepaskan 8 varietas tanaman padi unggul: PB 1 R Dadahup, IPB 2 R Bakumpai, IPB Batola 5 R, IPB Batola 6 R, IPB Kapuas 7R, IPB 3S, IPB 4S, dan IPB 8 G.

Di antara delapan varietas tersebut, yang telah banyak dibudidayakan adalah benih IPB 3S dan IPB 4S. Benih Padi IPB 3S memiliki umur tanaman sekitar 112 hari. Rata-rata hasil panen bisa mencapai 8 ton per hektar, serta potensi panen mencapai 12 ton per hektar.

Padi varietas IPB 3S juga memiliki keunggulan lain yaitu tahan terhadap hama penyakit tungro, lebih tahan terhadap serangan hawar daun bakteri patotipe III. Selain itu, IPB 3S cocok ditanam di lahan irigasi dan tadah hujan.

Pada tahun 2015 lalu, bertempat di Desa Telagasari, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, penananama IPB 3S dilakukan dengan sistem Demfarm IPB 3S. Lahan uji coba IPB untuk varietas IPB 3S ini memiliki luas 500 hektar dengan produktivitas buninan 13,4 ton, gabah kering panen setara dengan 9,4 ton per hektar gabah kering giling, dengan rata-rata nasional 5,5 ton per hektar.

Sebagaimana dilansir oleh Beritasatu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis kebutuhan beras dalam negeri akan tercukupi terutama setelah ditemukan dan mulai dikembangkan varietas IPB 3S.

Kita semua berharap Indonesia, pemerintah Indonesia terus mendukung produksi Padi 3S, agar petani sejahtera dan Indonesia mampu Sasembada Beras.

Cara Ampuh Budidaya Jamur Tiram

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan tanaman yang sangat cocok untuk dibudidayakan di daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Dalma budidaya jamur tiram, ada dua kegiatan utama yang sangat penting untuk diperhatikan.

  1. Membuat media tanam dan menginokulasikan bibit jamur ke dalam media tanam. Sehingga media ditumbuhi miselium berwarna putih seperti kapas.
  2. Menumbuhkan miselium menjadi badan buah.

Bagi pengusaha pemula biasanya memulai kegiatan budidaya jamur tiram dengan menumbuhkan baglog menjadi daging buah. Sementara baglog yang siap tumbuh dibeli dari pihak lain.

Berikut adalah cara budidaya yang bisa kita terapkan untuk memulai usaha jamur tiram:

Menyiapkan Kumbung



Kumbung atau rumah jamur adalah sebuah bangunan atau tempat untuk menyimpan/merawat baglog dan menumbuhkan jamur. Kumbung biasanya bebentuk rak-rak untuk meletakkan baglog.

Kumbung biasanya dibuat dari bambu atau kayu. Dinding kumbung bisa dibuat dari gedek atau papan. Atapnya dari genteng atau sirap (hindari penggunaan asbes atau seng untuk menghindari panas). Sedangkan bagian lantainya sebaiknya tidak diplester agar air yang digunakan untuk menyiram jamur bisa meresap.

Dalam pembuatan kumbung jamur tidak ada ukuran yang diwajibkan. Besar kecilnya ukuran tergantung pada anggaran modal yang dimiliki. Bagi yang memiliki modal usaha besar dapat membuat kumbung jamur dengan skala industri/skala besar dengan menggunakan bangunan permanen (batu bata atau batako).

Ukuran ruang kumbung tergantung dari banyaknya jumlah baglog yang akan dibudidayakan, sebagai gambaran, untuk membudidayakan 1000 baglog membutuhkan ruangan kumbung dengan panjang 6 meter lebar 4 meter dengan ketinggian 3 – 6 meter. Ukuran ruang diperlukan agar sirkulasi udara dapat berjalan lancar dan kelembaban suhu di dalam ruang kumbung tetap stabil.

Sebelum memasukkan baglog ke kumbung, sebaiknya lakukan hal-hal berikut:

  • Bersihkan kumbung dan rak-rak untuk menyimpan baglog dari kotoran.
  • Lakukan pengapuran dan penyemprotan dengan fungisida di bagian dalam kumbung. Lalu diamkan selama 2 hari.
  • Setelah bau obat hilang, masukkan baglog yang sudah siap untuk ditumbuhkan.

Menyiapkan baglog

Baglog Jamur Tiram

Baglog merupakan media tanam tempat menumbuhkan bibit jamur tiram. Bahan utama pembuatan baglog adalah serbuk gergaji. Baglog dibungkus plastik berbentuk silinder, dimana salah satu ujungnya diberi lubang. Pada lubang tersebut jamur tiram akan tumbuh menyembul keluar.

Untuk usaha skala besar, biasanya petani jamur tiram membuat baglog sendiri. Sementara untuk para pemula dengan skala usaha kecil, baglog bisa diperoleh dari petani lain. Baglog jamur biasanya dijual seharga 2000-2500/baglog.

Baglog bisa diletakkan secara vertikal di rak kumbung dimana lubang baglog menghadap ke atas. Ataupun secara horizontal, yaitu lubang baglog menghadap ke samping.

Kedua cara ini memiliki kelebihan masing. Baglog yang disusun secara horizontal lebih aman dari siraman air. Bila penyiraman berlebihan, air tidak akan masuk ke dalam baglog dan lebih mudah saat pemanenan. Namun penyusunan secara horizontal memakan lebih banyak ruang dibandingkan secara vertikal.

Perawatan

Sebelum baglog disusun, buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog. Kemudian diamkan kurang lebih 5 hari. Bila lantai terbuat dari tanah lakukan penyiraman untuk menambah kelembaban.

Setelah itu, potong ujung baglog untuk memberikan ruang pertumbuhan lebih lebar. Biarkan selama 3 hari jangan dulu disiram. Penyiraman cukup pada lantai saja.

Lakukan penyiraman dengan sprayer. Penyiraman sebaiknya membentuk kabut, bukan tetesan-tetesan air. Semakin sempurna pengabutan semakin baik. Frekuensi penyiraman 2-3 kali sehari, tergantung suhu dan kelembaban kumbung. Jaga suhu pada kisaran 16-24oC.

Pemanenan

Bila baglog yang digunakan permukaannya telah tertutup sempurna dengan miselium, biasanya dalam 1-2 minggu sejak pembukaan tutup baglog, jamur akan tumbuh dan sudah bisa dipanen. Baglog jamur bisa dipanen 5-8 kali, bila perawatannya baik. Baglog yang memiliki bobot sekitar 1 kg akan menghasilkan jamur sebanyak 0,7-0,8 kg. Setelah itu baglog dibuang atau bisa dijadikan bahan kompos.

Pemanenan dilakukan terhadap jamur yang telah mekar dan membesar. Tepatnya bila ujung-ujungnya telah terlihat meruncing. Namun tudungnya belum pecah warnanya masih putih bersih. Bila masa panen lewat setengah hari saja maka warna menjadi agak kuning kecoklatan dan tudungnya pecah. Bila sudah seperti ini, jamur akan cepat layu dan tidak tahan lama. Jarak panen pertama ke panen berikutnya berkisar 2-3 minggu.

Budidaya

Ekonomi pertanian

Teknologi dan Inovasi

Seputar Agromaret

Agromaret telah memiliki 118865 Anggota.

Mohon bantu kami untuk membuat agromaret lebih baik

mohon isi survey di sini